Subhanallah, gambar ini tampa rekayasa saya dapatkan ketika kegiatan supercamp Program Tutorial UPI di daerah Cipendeuy (wilayah pesantren Al-Islamiyah).... Seakan langitpun ingin menunjukan kekuasaanNya... Allahuakbar!!Allahuakbar!!Allahuakbar!!
Wanita memiliki hati, ketika lisan tak sanggup mengutarakan. Aku wanita dan aku ingin berbagi
Jumat, 08 Juni 2012
Langit berlafadzkan kalimah Allah..
Subhanallah, gambar ini tampa rekayasa saya dapatkan ketika kegiatan supercamp Program Tutorial UPI di daerah Cipendeuy (wilayah pesantren Al-Islamiyah).... Seakan langitpun ingin menunjukan kekuasaanNya... Allahuakbar!!Allahuakbar!!Allahuakbar!!
Sedikit mengenai Ustazdah..^_^
Sulit
untuk dipercaya…hal yang memang berada dibenakku ketika ayah dan mama
menceritakan kembali sebuah potongan episode di masa lampau yang sempat menghilang pada memoriku yang
terbatas. Ini bukanlah episode milik orang lain, tapi ini hal yang pernah terjadi
dimana aku sebagai objek pelakunya, hehe ^^.
Sering sekali para orang tua bertanya kepada putra-putrinya, “ nak, jika
sudah besar kamu ingin jadi apa?” atau “cita-citamu apa nak?”. Tentu saja
akupun pernah menerima pertanyaan yang sama dari ayah dan mama. Beberapa kali
mama dan ayah sering menceritakan mengenai cita-citaku dimasa kecil. Inilah
yang membuatku heran… mengapa saat itu aku tak memilih menjadi seorang dokter, polwan,
presiden, atau profesi yang seringkali diimpikan orang-orang. Saat itu…
“emy, nanti kalo sudah besar mau jadi apa?”
“emy
mau jadi ustadzah….”
“ko
jadi ustadzah?”
“biar
emy bisa ngajar ngaji…”
Awalnya
aku sedikit tak percaya…masa iya? diusia itu aku berpikiran untuk menjadi
seorang ustadzah? Ingatanku kembali menyusuri episode yang sempat terlupakan
itu, sampai saat aku membuka kembali buku raport TPA yang sudah tersimpan lama
di lemari kamarku… terlihat photo seorang gadis kecil memakai jilbab warna
hitam bercorakan bunga, gadis kecil itu adalah aku… terlihat ada tulisan yang
terdapat dikolom isian biodata, tulisan khas seorang anak kecil… pandanganku
terpaku pada salah satu kolom isian…
(Cita-cita : Menjadi Ustadzah)
Kau tahu, ustadzah yang aku maksud saat itu
adalah seorang guru mengaji perempuan, yang bertugas mengajarkan cara membaca
Al-quran, membimbing anak-anak cara seorang muslim solat dan mengajarkan do’a
harian… lama aku pandangi kalimat pendek yang terdiri dari dua kata itu. Di
usiaku yang kini sudah beranjak dewasa, tentu aku paham, betapa mulianya sosok
yang disebut ustdzah ini. Ia lah yang menjadi salah satu jalan bagi kita
mengenal huruf-huruf alquran disaat usia kita masih kecil, tak lelah ia
mengejakan huruf demi huruf hijaiyah, disamping itu mereka juga harus menangani
tingkah laku kita yang mungkin sedikit sulit untuk dikondisikan…maklum, saat
kecil aku terkenal dengan sikap tidak bisa diam, alis menclok sana-menclok
sini..hehehe…
Merkalah sosok yang aku kagumi saat kecil…
Mama, wanita yang pertama kali mengajarkan aku
mengenal huruf Al-Quran dan membimbing tanganku memegang sebatang pensil untuk
menulis.
Ibu Oom, sesepuh di kampungku yang mengajariku
iqro, mengenalkan huruf demi huruf dan mengajariku mengingat dan melafalkannya.
Ibu Iis, sosok ibu yang lembut ... ialah yang
pertamakali mengajariku membaca Al-Quran dan mengajarkan cara menuliskannya.
Ibu Ela - Ibu Eli, wanita kembar yang mengajari
dan membimbing membaca Al-Quran dan membimbing menghafal surat-surat pendek
serta doa harian.
Teh Rini, beliaulah yang sukses mengajarkan
tahsin Al-quran kepadaku…mengajarkan tajwid, makhorojul huruf dan cara membaca
Al-Quran dengan benar.
Dan beberapa sosok Ustadzah lainnya yang
luarbiasa…
Merekalah yang lantas aku sebut sebagai
Ustadzah itu… yang sangat aku kagumi disaat kecil. Profesi yang dapat kita
katakana sebagai “Pahlawan tanpa tanda jasa”.
Semangat dalam mengajari, ikhlas dalam memberi, melakukan yang terbaik
demi tumbuhnya bakal generasi islami…
Betapa berartinya jasa para ustadzah, sosok
yang mungkin seringkali terlupakan oleh kita… dibandingkan dengan guru-guru
disekolah formal, para dosen yang bergelar professor dan tenaga pendidik lain
yang begitu kita hormati, sosok sederhana para ustadzah tak kalah mulia
dibandingkan dengan mereka yang bergelar tinggi. Dan sampai saat ini, mereka
masih menjadi pribadi-pribadi yang aku kagumi…
Semoga Allah memberikan keberkahan kepada ilmu
yang telah kalian bagikan dan menjadi amalan yang tak terputus hingga hari
akhir kelak, hingga kau terbangun dalam kemuliaan ilmu mu…
Dear Ukhty...
Dear Ukhti-ukhtiku...
Publikasi: 10/12/2003
12:20 WIB
eramuslim - Dear ukhti-ukhtiku yang kucintai karena
Allah, apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi
keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan
dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan
kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan
ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)
Ukhti-ukhtiku,
Pagi ini aku membaca sebuah buku didalamnya terdapat 10
wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.
Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang
termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat
tsb adl:
1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk
suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari
setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.
2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika
menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikannya
dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah
3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut
anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan
menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang
kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang
4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan
tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada
hari kiamat nanti.
5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di
atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho
kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan
suami adalah kemurkaan Allah
6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat
memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu
kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan
melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di
jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya
seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika
melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan
mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah
memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan
ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga
hari kiamat.
7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama
sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni
dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian
yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu
kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan
umrah.
8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan
suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas
tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang
memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan
Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami
dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong
kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang
didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta
kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas
dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.
Ukhi-ukhtiku yang kucintai karena Allah Begitu indah menjadi
wanita Dengan kelembutan dan kasihnya Dapat merubah dunia
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah Agar negeri menjadi indah Karena dirimu adalah tiang negeri ini
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah Agar negeri menjadi indah Karena dirimu adalah tiang negeri ini
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah Tidakkah dirimu
galau
Melihat keadaan negeri saat ini Apa yang akan kau katakan pada anakmu kelak Saat ia bertanya mengapa negeriku sperti ini?
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah Karena esok negeri ini ditangan generasi kita
Melihat keadaan negeri saat ini Apa yang akan kau katakan pada anakmu kelak Saat ia bertanya mengapa negeriku sperti ini?
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah Karena esok negeri ini ditangan generasi kita
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah Begitu indah
menjadi istri Setiap perbuatannya merupakan pahala untukmu Lakukan dengan
ikhlas karena Allah Insya Allah dunia akhirat ada ditanganmu
Ukti-ukhtiku yang kucintai karena Allah Semoga Allah yang
Maha baik Menjadikan kita wanita dan istri sholehah Membantu dan membimbing
kita untuk tetap dijalanNya Amiin.
Untuk ukti-ukti ku dimanapun dirimu berada... miss U
Langganan:
Postingan (Atom)