Allahumma sholli'alaa Muhammad, wa'alaa alii Muhammad.
Teruntuk kekasih yang tak pernah sekalipun ku pandang, jarak kehidupan yang terlampau jauh ini. Kini kau sudah tak di Bumi ini Yaa Rasulullah. tapi namamu tetap hidup tak terputus di dalam dada dan ingatan manusia, baik kaummu maupun mereka yang menghinakanmu.
Yaa Rasulullah dengan segenap rindu ini aku ingin menyapamu, dalam jiwa ini ada namamu. Yaa Rasulullah dengan derasnya uraian air mata dan jiwa yang nelangsa, sungguh aku ingin bertemu langsung dengan dirimu. Rasanya tak sabar ingin aku ceritakan seluruh yang terjadi pada zaman ini...bahkan terlampau banyak...
Yaa Rasulullah, hanya kehadiranmu saja yang tak membersamai kami, tapi tidak dengan jiwamu. Kau tetap hidup bersama kasih sayangNya, ruhmu masih terasa pada hati-hati kami.
Yaa Rasulullah, aku hanyalah seorang wanita awam yang kering akan ilmu islam, diriku hina berlumpur dosa. Getir ketakutan ini kian mengguncang dasar diri, apakah aku ini kelak akan berada dijajaran kaum yang kau cinta? atau justru tehempas karena kelemahan ilmu dan juga dosa yang bertumpuk?
Yaa Rasulullah, aku hanyalah seorang wanita awam yang kering akan ilmu islam, diriku hina berlumpur dosa. Getir ketakutan ini kian mengguncang dasar diri, apakah aku ini kelak akan berada dijajaran kaum yang kau cinta? atau justru tehempas karena kelemahan ilmu dan juga dosa yang bertumpuk?
Semoga Allah Subhanuwat'ala senantiasa membimbing hati, perilaku, langkah, pikiran, pandangan, lisan dan segala yang ada dalam diri ini. Amiin Yaa Rabb...
Yaa Rasulullah...dunia ini tak muda lagi, ia sudah terlampau uzur dengan segala isinya. isinya sudah rapuh terluluh lantahkan massa. Tapi dunia ini semakin bersolek agar terlihat semakin cantik. Malang, manusia kebanyakan tertipu. Dunia yang sudah tua ini terisi oleh segala macam topeng yang sungguh membuatku teriris, bahkan dengan tak sadar akulah salah satu korbannya.
Yaa Rasulullah, dizaman ini ummat terpecah belah dengan keegoisannya masing-masing, saudarapun dapat menjadi musuh. Saling hujat, saling memfitnah bahkan ada yang saling menghilangkan satu sama lain. Dunia ini sudah tak masuk akal bagi logika dan hati. kemaksiatan dianggap benar dan kebenaran terasingkan. Terlampau moral ini dibadai oleh nafsu yang menipu manusia
Yaa Rasulullah, dunia ini semakin tua dan bersolek...apakah dunia ini pikun tentang apa yang disebut salah dan yang benar? berjuta ummat terkapar lapar, tetapi dengan tega masih ada yang bergelimang kemewahan dan bingun hartanya dikemanakan. Pemerintah yang melilit dan tak menjadi penengah kekacauan ini. Dunia sudah krisis akan keadilan, entah bagaimana logikanya hukuman koruptor yang serakah dengan seorang nenek yang terpaksa mencuri singkong karena lapar, menerima hukuman yang tidak jauh berbeda.
Yaa Rasulullah, mesjid-mesjid semakin banyak, terbangun megah,berlantai marmer, bertahtakan logam mahal, tapi kosong tak berisi. mungkin hanya penuh saat sholat jumat saja, subuh hanya terisi orang beberapa orang kakek tua, yang adzannya pun dipaksakan, antara mendahului nada dan nafasnya ditambah batuk yang tak tertahan. Alquran pun hanya sebatas menjadi bagian seremonial ketika seseorang sedang bersumpah. Dan tak menjadikannya pedoman dalam hidup.
Yaa Rasulullah, ada apa ini? banyak ibu yang menjual bahkan membuang anaknya sendiri, ayah memperkosa anak kandungnya, dan seorang anak tega membunuh ibunya. Tak banyak lagi surau-surau tempat anak dan pemuda untuk mengaji dan menimba ilmu. mereka lebih memilih untuk ke warnet, mal dan karaoke. Kesucian kini sudah bukan lagi menjadi hal yang sakral, kesucian terlampau murah dihargai. Wanita kini banyak yang tak bermahkota kesucian, dan sudah menjadihal yang lumrah.
Yaa Rasulullah, ummat mu kini masih tertidur dan terjajah,entah kapan ia akan mengaung. Islam dijadikan agama yang kucilkan dan sering tertuduh. Padahal ia begitu mulia, merupakan jati diri yang membawa kedamaian setiap manusia.
Yaa Rasulullah... terlampau banyak yang ingin aku utarakan. tak aku sampaikan pun, aku tahu kau tahu. Aku serasa ingin berbagi dengan dirimu. tentang agama ini, tentang ummat ini. Namun, tiadanya dirimu, tapi masih ada manusia-manusia yang mewakili dan meneruskan dakwahmu. mereka para Ulama, ustadz, penghafal Alquran dan seluruh dai2 dimuka bumi ini. Aku pun masih melihat segelintir manusia-manusia sholeh yang menjadi penerang kekelaman dunia ini. Semoga ini akan semakin bertumbuh banyak, agar kebenaran akan senantiasa tegak dimuka bumi ini.
Yaa Rasulullah, seandainya kau menemani kami saat ini...Yaa Rasullah, aku begitu merindumu, rindu yang tak terhenti, semoga Allah menjaganya sampai ruh ini berpisah dari tempatnya. Yaa Rasullah, semoga aku kelak dapat bertemu dan menatapmu, berbincang dan bergembira di SyurgaNya kelak..amiin Yaa Rabb
aku yang merindumu yaa Rasulullah...
aku yang merindumu yaa Rasulullah...
Allahumma sholli'alaa Muhammad, wa'alaa alii Muhammad.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar